Kedua pelajar tersebut tidak berani melawan atau hanya diam. Apalagi saat kejadian hanya ada sang siswa dengan pria tersebut. Pihak sekolah baru mengetahui kejadian tersebut saat KAN mengikuti materi pembelajaran hak dan kewajiban di mata pelajaran PPKN.
"Saat itu ada tanya - jawab, terus dia (KAN) cerita soal peristiwa yang dialami, kemudian kami pulang sekolah mengantar anak-anak naik angkot, saya videokan, viral, dari wali murid juga ada yang posting video di Peduli Malang Raya," katanya.
Dari pengakuan KAN yang ia terima, bahwa muridnya itu pada tahun 2021 lalu sudah mengalami kejadian pemalakan sebanyak empat kali, jumlahnya pun memiliki nominal berbeda-beda. "Kata anaknya pernah diambil uangnya Rp2.000, Rp3.000," katanya.
Hal ini membuat orang tua AWW sempat khawatir dan lebih berhati-hati saat mengantar dan menjemput anaknya sekolah.