Pakde Karwo juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keluarga korban dan tim penolong agar diberikan kekuatan dalam menghadapi tragedi tersebut. "Mari kita berdoa semoga keluarga korban dan tim penolong diberikan kekuatan serta kesabaran. Kita semua sebagai hamba Allah SWT harus tabah dan tegar menjalani cobaan ini," tuturnya.
Sebelumnya, Polda Jatim juga telah mengerahkan empat tim forensik dari unit disaster victim identification (DVI) dalam membantu proses penanganan identifikasi korban. Tim forensik ini terbagi dua, ada yang membantu ke pusat untuk mengambil data post mortem dan yang ke rumah keluarga korban untuk mengambil data Ante Mortem, serta riwayat korban ketika masih hidup.
Diketahui, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang hilang kontak Senin (29/10/2018) pukul 06.33 WIB. Basarnas menerima laporan informasi dari ACT soal hilang kontaknya pesawat pukul 06.50 WIB.
Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air terbang sesuai jadwal dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Depati Amir di Kota Pangkalpinang. Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Petugas sudah menemukan sejumlah puing-puing pesawat di perairan Karawang, Jawa Barat, dan masih dilakukan proses pencarian dan evakuasi atas tragedi jatuhnya pesawat tersebut.