Toko Kelontong dan Impian Besar Ali Pergi ke Tanah Suci

Ihya Ulumuddin
Ali Mashadi bersiap meninggalkan toko untuk menuju masjid dan mengajar ngaji. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin)

“Di sana (Palembang) saya jualan tempe keliling. Jadi pedagang asongan di kampung-kampung dan pasar. Gak sempat lagi ke masjid,” ucapnya.

Ali bercerita, merantau ke Palembang pada tahun 2011 silam merupakan keterpaksaan. Sebab, dua petak sawah warisan orang tuanya terjual karena utang sehingga tidak ada sumber pendapatan. Sementara insentif sebagai guru madrasah juga kecil. Tak bisa diandalkan untuk biaya hidup dan sekolah ketiga anaknya.

Namun, apa yang didapat Ali selama di perantauan jauh dari harapan. Alih-alih bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga perguruan tinggi. Uang tabungannya justru habis untuk berobat.

Sebab, selama di Palembang dia sakit-sakitan. Kondisi itu membuatnya menyerah hingga memutuskan pulang ke kampung halaman.

“Pikir saya kalau sampai terjadi apa-apa repot ngurusnya. Sebab, tidak ada kerabat di sana,” tuturnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Surat Haru Maling di Mojokerto, Ngaku Mencuri demi Bayar Semester Sekolah Anak

57 tahun lalu

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite

57 tahun lalu

Gas Pabrik PT BMI Lamongan Diduga Bocor, 19 Buruh Dievakuasi ke Rumah Sakit

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut di Lamongan, Mobil Xenia Tabrak 2 Warga di Pinggir Jalan

57 tahun lalu

Sapi Kurban Prabowo 1,1 Ton di Lamongan Jadi Tontonan Warga Sekampung saat Disembelih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal