Memutar tilawah di radio hingga mengumandangkan azan istikamah dilakukan setiap hari. Itu sebabnya, dia harus berangkat ke masjid lebih awal setiap kali masuk waktu salat.
“Kebagian azan. Jadi enggak boleh telat,” katanya kepada iNews.id, Minggu (21/4/2024).
Sejak tak lagi merantau, hari-hari Ali dihabiskan di toko dan masjid. Di luar itu dia juga membantu mengajari anak-anak kampung mengaji. Tugas ini rutin dilakukannya di serambi masjid selepas salat ashar.
Aktivitas tersebut kata Ali tidak pernah dilakukan selama merantau di Palembang, Sumatera Selatan pada 2011 silam. Selama lim tahun di bumi Sriwijaya, mayoritas waktunya habis di jalanan, kampung dan pasar.
Jangankan mengajar mengaji, salat Jemaah di masjid saja jarang dilakukan. Kesempatan itu hilang karena pekerjaan.