"Kami mengamankan wilayah dulu, agar jangan ada timbal balik nyawa dari satu keluarga ke keluarga lain. Karena ini masih tetangga," ujarnya.
Istri korban, Tacik menceritakan, pembunuhan itu berawal saat korban sedang duduk santai sembari minum kopi bersama tetangga lainnya di depan rumah.
Kemudian pelaku lewat. Tetangga yang menemani korban minum kopi tak sengaja batuk saat akan pulang.
Pelaku rupanya tersinggung dengan suara batuk itu, dan menduga yang batuk adalah korban.
Dia lalu mendatangi korban dengan membawa celurit, dan langsung mengayunkan ke tubuh korban hingga mengenai tangan dan leher.