Khofifah juga mengajak semua pihak untuk meningkatkan sekaligus membangun produktivitas di Jatim. Caranya, dengan menolak segala kerusuhan dalam bentuk apa pun.
“Hari ini hari Minggu, Warga Jatim ayo tetap bersatu. Hari ini kita olahraga pagi, warga Jatim tetap jaga NKRI,” kata Khofifah, diikuti ratusan masyarakat.
Khofifah berharap, semua pihak belajar dari pengalaman negara lain, bahwa terjadinya konflik berkepanjangan berawal dari kerusuhan yang mengalami pembiaran. Kondisi tersebut menyebabkan meluas menjadi konflik sosial, politik dan masyarakat.
Menurutnya, pembiaran konflik yang diawali oleh kerusuhan dapat membenturkan elemen-elemen strategis dibanyak negara. “Proses demokrasi adalah ruang yang dibuka oleh konstitusi kita. Namun, demokrasi yang disampaikan harus lewat cara yang santun, proporsional, dengan menjaga hak hak dari elemen yang lain,” katanya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk menghadapi isu tentang gejolak dan kerusuhan. Kegiatan ini juga digelar serentak di diseluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.