"Ini menjadi kontradiktif. Karena motivator harus memotivasi. Ada nilai kesabaran dan moral yang disampaikan, tetapi ini malah membunuh embrio kebaikan dari siswa," lanjutnya.
Terkait dengan kasus ini, Sutiaji menyerahkan semuanya kepada kepolisian. Polisi juga telah menangkap pelaku di Surabaya saat akan bepergian ke Makassar.
"Di visi misi kami sudah jelas, bahwa akses pendidikan dan kesehatan akan kami tingkatkan untuk Kota Malang. Setelah tadi Kapolres menyebutkan bahwa pelaku telah tertangkap, kami serahkan sepenuhnya kepada polisi," katanya.
Kasus tamparan motivator tersebut bermula dari acara Proklim dengan mendatangkan motivator Agus Setiawan ke sekolah. Pada saat sang motivator meminta operator untuk menuliskan kata "Goblok", sang operator menuliskannya tetapi bukan goblok, melainkan goblog.
Karena ada kesalahan penulisan, sebagian besar siswa tertawa dan Agus menanyakan siapa yang tertawa, karena tidak ada yang mengaku, siswa yang duduk di barisan depan dan kedua diminta maju.
Namun, tanpa disangka sang motivator menampar siswa yang disuruh maju. Ada 10 siswa yang menjadi korban tamparan Agus.
Kejadian penamparan siswa oleh motivator itu viral dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.