Wayan mengatakan, dirinya tertarik budi daya pohon tin, saat dirinya bertugas di Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-H/UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon) dalam misi kemanusiaan pada tahun 2013.
"Menekuninya sejak 2014 pulang dari Lebanon, di sana pohon tin dibudidayakan. Di sana banyak buah tin ditanam warga Lebanon dan ada juga yang tumbuh liar. Usai bertugas di sana lalu beberapa bibit yang bagus saya bawa pulang untuk ditanam di teras rumah," katanya.
Setiap hari, laki-laki kelahiran Kintamani, Bali tahun 1985 lalu ini rutin mencangkok maupun merawat terhadap puluhan jenis pohon tin yang dimiliknya. Perawatan dan pencangkokan dilakukan sebelum berangkat atau pun usai berdinas di Koramil Kuterejo.
"Jadi kami menggunakan sistem cangkok pada batangnya. Tin ini kan tidak berbunga, tapi berbuah diketiak batangnya," beber suami Ni Wayan Ekayanti, 32 tahun yang sama-sama berdarah Bali.
Ayah dari I Wayan Arka Oktayasa menyebutkan, batang pohon tin memiliki banyak khasiat, di antaranya untuk mencegah kanker, kalsium tinggi dan vitalitas pria. Cocok untuk para lansia mencegah ostiporosis.