“Indonesia adalah kita, dan kita adalah Indonesia, Pancasila adalah kita, dan kita adalah pancasila. Jatim adalah kita dan kita adalah Jatim. Mari kita jaga pesona Jatim yang indah, mari kita jaga masyarakat Jatim guyub rukun,” kata Khofifah.
Dia dan Emil pun lalu mendeklarasikan untuk sepakat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim untuk sepakat dengan kampanye damai adalah harga mati. “Kami berdua sepakat dengan komitmen forkopimda, Pak Gubernur Pakde Karwo, Ketua DPRD Gus Halim, Bapak Pangdam dan Kapolda dan KPU dan Bawaslu untuk kampanye adalah harga mati,” kata Khofifah.
Khofifah juga mengajak seluruh partai pengusungnya yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai PPP, Partai Amanat Nasional, Partai Nasdem dan Partai Hanura, serta para relawannya untuk mendeklarasikan hal serupa.
“Kami meyakini paslon nomor urut dua dan seluruh partai pengusung serta relawannya Insya Allah berseiring bahwa kampanye damai adalah harga mati. Mari kita bangun demokrasi yang berkualitas,” kata Khofifah.
Komitmen sama juga disampaikan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur. Keduanya juga berjanji untuk mengawal proses Pilgun Jatim ini secara damai. “Kita semua adalah saudara. Mari bergotong royong memakmurkan Jawa Timur. Kami semua berjanji akan menjaga kampanye tetap damai. Sehingga Pilgub Jatim berjalan demokratis, berkeadilan dan berkeadaban,” katanya.
Acara deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan KPU Jatim hari ini memang berlangsung meriah. Masing-masing pendukung pasangan calon unjuk gigi dengan yel-yel dan nyanyian untuk mengunggulkan pasangannya.
Tim Khofifah-Emil misalnya menampilkan gabungan ragam tarian tradisional Jawa Timur. Tarian ini kemudian diselingi dengan lagu Rek Ayo Rek, khas Surabaya. Tak hanya itu, calon wakil gubernur Emil Dardak bahkan unjuk gigi dengan bermain gitar. Sedangkan tim Saifullah Yusuf-Puti menyuguhkan qasidah rebana yang juga diiringi sejumlah penari.