Polisi juga membawa sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan dalam aksi keji tersebut. Di antaranya satu linggis, selimut, dan bantal yang dipakai untuk menutupi tubuh korban setelah dibunuh. Selain itu, uang tunai serta perhiasan milik korban yang dibawa kabur pelaku turut disita.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa Purnomo menghabisi nyawa Tri Retno karena sakit hati.
“Motif sakit hati karena sering diejek dan diusir dari rumah korban. Ini masih kami dalami lagi,” katanya.
Meski begitu, penyidik belum menutup kemungkinan adanya motif lain di balik tindakan pelaku, mengingat kekerasan yang dialami korban tergolong berat dan brutal.
Kasus ini berawal dari penemuan jasad Tri Retno di kamarnya pada Kamis (13/11/2025). Mayatnya ditemukan sang anak, Eko, dalam kondisi tertutup selimut dan bantal. Saat polisi melakukan olah TKP, sejumlah hal mencurigakan ditemukan.