Takut Tertular, Paguyuban Pengelola Mal Cito Surabaya Tolak Rumah Sakit Covid-19

Ali Masduki
Para pedagang membentangkan poster penolakan rumah sakit Covid-19 di area Mal Cito Surabaya, Selasa (3/2/2021). (Foto: SINDONews/Ali Masduki)

Totok menegaskan, meskipun lokasi antara rumah sakit dan mall dipisahkan oleh tembok, anggapan Cito area Covid-19 dapat berakibat fatal. Calon pengunjung otomatis akan memilih mal lain.

Dia menjelaskan, rumah sakit di Cito ini sudah direncakan sejak tahun 2014. Namun, saat itu tidak ada izin dari Pemerintah Kota Surabaya. Jika rumah sakit yang dioperasikan bukan untuk Covid-19, maka para penghuni Mal Cito menyambut dengan suka cita.

"Kami senang sebenarnya kan untuk sosial. Kami malah wellcome saja. Tapi kalau rumah sakit Covid itu yang kami kawatirkan," khawatirnya.

Ratusan anggota P4 berharap operasional rumah sakit khusus Covid-19 di lingkungan Cito Mall tidak diteruskan. Mereka menilai masih banyak tempat lain yang bisa dimanfaatkan untuk menampung pasien suspect Covid-19.

Direktur Siloam Hospital Group, Dr Anang Prayudi sebelumnya mengatakan, optimistis rumah sakit Covid-19 ini dapat memenuhi syarat dan prosedur baik secara medis maupun bangunan. Bahkan, pihak pengelola menargetkan rumah sakit ini jika sudah diizinkan dapat segera beroperasi pada 18 Februari 2021.

"Kami akan mendukung pemerintah kota, kami harapkan kita bisa bekerja sama support pemerintah menyediakan (rumah sakit) ini," kata Anang Prayudi.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana bersama Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rachmanita juga sebelumnya meninjau langsung kesiapan operasional rumah sakit Covid-19 ini. Dia ingin memastikan pembangunan rumah sakit Covid-19 secara prinsip bangunan dan medis sudah sesuai dengan prosedur.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal