Lyan menilai, kematian suaminya saat mencari korban Lion Air JT-610 bukan disebabkan kesalahan. Namun murni terjadi karena kecelakaan. “Semua ini juga merupakan kehendak Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Itu sebabnya, Lyan pun pasrah, berduka dan berserah atas peristiwa ini. Dia juga berharap tidak ada korban lagi sebagaimana yang terjadi pada suaminya.
Diketahui, Syachrul meninggal saat melakukan penyelaman di Perairan Karawang Jawa Barat, Jumat (2/11/2018). Dia diduga mengalami dekompresi. Almarhum bergabung dengan regu penolong Basarnas sejak Rabu (31/10/2018). Dia meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan ekspedisi untuk bergabung dengan Basarnas.
Di mata keluarga, Syahrul merupakan sosok panutan. Lelaki 48 tahun itu seorang pemimpin bijaksana dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Jiwa sosial ini pula yang menggerakkan Syahrul untuk ikut dalam berbagai misi penyelamatan.
Kendati bersedih, keluarga mengaku tetap bangga dengan sosok almarhum. Apalagi, kematian Syahrul dalam rangka tugas mulia.