“Seharusnya diberi batasan agar tidak seperti ini. Diatur, jika sudah melebih kuota dipulangkan dengan baik agar tidak berdesakan seperti ini,” ujarnya.
Sementara pihak Disdukcapil Bojonegoro mengaku kewalahan melayani lantaran jumlah warga yang datang membeludak. Diperkirakan setiap hari ada lebih dari 1.000-an warga, sedangkan pelayanan hanya mampu melayani 600 e-KTP per hari.
“Kami sudah atur dengan membuat nomor antrean. Tetapi masyarakat maunya cepat dan berdesakan. Kami akan evaluasi dan sudah sampaikan ke pimpinan untuk perluasan pelayanannya,” ujar Plt Kepala Disdukcapil Bojonegoro M Khosim.