Sejarah Hari Santri 22 Oktober, Dari Resolusi Jihad hingga Peristiwa 10 November

Kastolani Marzuki
Sejarah Hari Santri tidak lepas dari Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan RI. (Foto: Antara)

Santri dengan segala kemampuannya, bisa menjadi apa saja. Santri tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meski bisa menjadi apa saja, santri tidaklah melupakan tugas utamanya menjaga agama. Karena salah satu tujuan agama adalah untuk memuliakan manusia. Sebaliknya, agama tidak diturunkan untuk merendahkan martabat kemanusiaan.

“Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusian atau hifdzunnafs adalah esensi ajaran agama, terutama di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Karena menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia,” kata Gus Yaqut.

Sejarah Hari Santri 22 Oktober

Sejarah Hari Santri 22 Oktober tidak lepas dari perjuangan ulama dan santri dalam keikutsertaannya melawan penjajah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan para ulama dan santri itu semakin menggebu dengan lahirnya Resolusi Jihad yang difatwakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati 22 Oktober 2025, Ini Tema dan Maknanya

57 tahun lalu

Logo Hari Santri 2025, Lengkap dengan Makna dan Filosofinya

57 tahun lalu

Sejarah Hari Santri yang Diperingati 22 Oktober, Berawal dari Fatwa Jihad Melawan Penjajah

57 tahun lalu

Tiba di Ponpes Tebuireng, Ganjar Ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur

57 tahun lalu

Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari Bakar Semangat Santri di Pertempuran 10 November 1945

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal