Namun, karena terhalang pandemi, lembaga pendidikannya menunda rencana tersebut dan baru terlaksana pekan ini. “Kegiatan ini merupakan bagian dari puncak tema yang diajarkan ke siswa tentang profesi dan keluarga. Anak-anak terlihat senang saat mengikuti berbagai kegiatan di sini,” ucapnya.
Tujuan lainnya, Fatimah menambahkan, adalah mengenalkan profesi dokter dan dunia kesehatan kepada anak sejak usia dini. Harapannya, mereka bisa mengetahui secara langsung bagaimana peran dan tanggung jawab petugas medis dalam menangani, serta merawat pasien di rumah sakit. “Semoga tahun depan kami bisa berkunjung ke sini lagi dengan mengajak siswa baru,” harap guru asal Dusun Krajan Lor, Desa Gumelar tersebut.
Koordinator Pelatihan Dokcil RSBS Jember drg Monicha Juanda menjelaskan, selama menjadi Dokcil sehari, anak-anak bakal dikenalkan dengan sembilan profesi bidang kesehatan di Mini Hospital. Tak hanya mengenal tentang masing-masing profesi, tapi juga diajak mempraktikkan secara langsung berbagai profesi tersebut.
Misalnya, anak-anak diajarkan memandikan bayi menggunakan boneka, memberi pertolongan pertama pada kecelakaan, hingga merawat pasien di ranjang rumah sakit. Bahkan, saat melakukan simulasi pertolongan pertama, siswa juga diajak membawa tandu yang di atasnya ada replika pasien. Lengkap dengan suara sirine sebagai tanda emergensi.
Kegiatan edukatif tersebut dikonsep semenarik mungkin agar anak-anak mudah memahami apa saja yang penting diketahui dari dunia kesehatan. Terbukti, puluhan Dokcil itu antusias ketika belajar ilmu kesehatan, serta mempraktikkannya secara langsung.
Informasi yang diperoleh iNews Jatim, hingga saat ini sudah ada ribuan anak yang telah mengikuti Dokcil di RSBS Jember, sejak digagas pada 2011 lalu. Bahkan, pada September 2023 ini saja, sudah terjadwal beberapa sekolah yang mengikutsertakan murid-muridnya menjadi peserta Dokcil.
Selain RA Al Hidayah 1 Al Amin Desa Gumelar Kecamatan Balung, juga ada MI AR Raudhah, Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, TK Dharma Wanita 3 Desa Puger Kulon Kecamatan Puger, serta TK Al-Furqon Kecamatan Kaliwates. Khusus TK Al-Furqon sampai ada tiga gelombang yang diselenggarakan pada Kamis, 21 September, Senin, 25 September dan Rabu, 27 September.