Sarangan Magetan, Tempat Penampungan yang Menjelma Jadi Surga Dunia Orang Jerman

Solichan Arif
Wilayah Sarangan ditunjuk menjadi lokasi penampungan warga Jerman pasca-Jepang mengambil alih kekuasaan Belanda di Indonesia. (Foto: ANTIK_ story/YouTube)

Setelah sebuah pesawat Sekutu terbang melintas di Sarangan, komandan militer Jepang memerintahkan semua rumah dikosongkan. Jendela-jendela rumah mulai dipasang gorden dan pada malam hari pemakaian lampu dibatasi.

Pada awal Mei 1945, kabar buruk itu tiba di telinga orang Jerman di Sarangan, Magetan. Beredar kabar Adolf Hitler tewas dan Jerman telah kalah. Dan kabar itu telah terkonfirmasi.

Para ibu-ibu Jerman beserta anak-anak mereka dan kaum pria mendadak tidak bersemangat lagi. Mereka sedih, kecewa, bercampur marah. Bayangan lenyapnya kehidupan surgawi di Sarangan terlihat di ujung mata.

“Hitler mati? Idola yang kami percayai secara membabi buta itu mati? Lalu apa yang terjadi sekarang dengan kami?,” kata Hardy Zollner bekas murid di Sarangan, seperti dikutip Horst H. Geerken dalam bukunya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dishub Semarang Sebut 2 Faktor Ini jadi Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Magetan

57 tahun lalu

Pemkot Semarang Siapkan Trauma Healing bagi Anak-anak Korban Kecelakaan Bus di Magetan

57 tahun lalu

6 Jenazah Warga Manyaran Tiba dari Magetan, Korban Luka Ringan Dirawat di RSWN Semarang

57 tahun lalu

Bus Rombongan Wisatawan asal Semarang Terjun ke Jurang di Sarangan, 7 Tewas Belasan Luka

57 tahun lalu

Miliki 90,10 Gram Ganja, Warga Jerman Ditangkap Polisi di Medan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal