Santri Gontor Tewas Dianiaya, Ketum PBNU: Zaman Berubah Sanksi Jangan Pakai Kekerasan

Widya Michella
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (ist).

Gus Yahya meyakini pesantren sudah berusaha membuat skema manajemen yang sebaik-baiknya. Namun, dengan sekian banyak santri tentu ada saja kemungkinan terjadi hal-hal semacam ini," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, juru bicara (Jubir) Presiden ke-4 Indonesia ini mengaku ikut prihatin dan mendukung pesantren Gontor sepenuhnya untuk mengatasi masalah ini dengan baik. Selain itu menyerukan kepada pesantren yang dibawah naungan NU untuk memperhatikan masalah sistem pengawasan santri.

"Atas nama PBNU kami menyampaikan belasungkawa dan juga di sisi lain kami menyerukan kepada pesantren-pesantren khususnya di lingkungan NU untuk lebih memperhatikan lagi masalah sistem pengawasan santri," ujarnya.  

"Mudah-mudahan di masa yang akan datang bisa lebih dikelola dengan baik dan bisa dicegah agar hal ini tidak terulang," ujarnya. 

Gus Yahya juga kembali menegaskan pihaknya secara mutlak menolak penjatuhan sanksi menggunakan kekerasan di lingkungan pesantren. "Itu secara mutlak harus kita tolak sampai ada penjatuhan sanksi dengan kekerasan," katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Misteri Siswi SD Tewas dalam Rumah di Sragen, Polisi Sebut Ada Dugaan Kekerasan

57 tahun lalu

Kronologi Siswi SD Ditemukan Tewas dalam Rumah di Sragen, Motor Keluarga Ikut Hilang

57 tahun lalu

Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris

57 tahun lalu

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok Tengah, 1 Korban Tewas

57 tahun lalu

Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal