“Saya awalnya di dekat kamar mandi. Saya mendengar suara ledakan dua kali. Ada apinya juga,” kata Islamy Ainiya Fitri, Sabtu (26/10/2019).
Sementara Wakapolsek Pasrepan Iptu Kuncoro mengatakan, belum bisa memastikan motif dari peristiwa ini. Hingga saat pihak berwajib masih melakukan penyelidikan.
“Ada pelemparan bondet. Masih dalam tahap penyelidikan, jadi kami belum bisa menyimpulkan motifnya apa. Kami akan berusaha mengungkap kasus ini,” kata Kuncoro.
Menurut warga, teror bom ke rumah anggota DPRD Pasuruan itu berkaitan dengan isu pemilihan kepala desa (pilkades) yang sebentar lagi digelar secara serentak di Kabupaten Pasuruan, bulan depan. Nama-nama calon kepala desa yang lolos mengikuti ujian sudah diumumkan kemarin lusa.