"Meski pun kondisinya berat, kita harus menang," katanya.
Selain itu, Risma juga meminta kepada seluruh generasi muda untuk mengambil sisi positif dengan terus berjuang dalam keadaan berat. Ini menjadi momen untuk anak-anak muda meningkatkan kemampuannya di bidang ilmu teknologi yang sangat dibutuhkan di masa pandemi.
"Mungkin suatu saat kita bisa berprestasi dengan teknologi yang kalian tekuni hari ini. Mari kita ambil semua kejadian dari sisi positifnya. Supaya bebannya berkurang," ucapnya.
Pada kesempatan itu, puluhan pertanyaan terlihat masuk yang ditujukan kepada Risma melalui kanal media sosial. Dia pun menjawab pertanyaan sejumlah pertanyaan warga tersebut. Risma menyampaikan jika open house digelar mungkin tamunya sekitar 2.000-an saja.
"Tapi kalau begini enak. Semuanya bisa nonton. Yang ketemu saya lebih banyak dari di sini," katanya.
Risma juga berpesan kepada anak-anak muda agar meneruskan kemerdekaan yang telah diraih para pahlawan. Tentunya dengan berjuang untuk bangsa Indonesia yang bisa dilakukan dengan berbagai karya.
"Ingat saat para pejuang berjuang memerdekaan neger ini, apakah sebelumnya sudah punya pengalaman? Tidak. Tapi mereka bisa memenangkan. Itu yang harus kita tiru," katanya.
Terakhir, mewakili jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Tri Rismaharini mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh warga jika selama ini terdapat kesalahan.