Retaknya Hubungan Hayam Wuruk dan Gajah Mada usai Gagal Mempersunting Dyah Pitaloka

Avirista Midaada
Prabu Hayam Wuruk dan Dyah Pithaloka Citrarasmi (ilustrasi).

Bisa disimpulkan bahwa pasca Perang Bubat, Hayam Wuruk mulai mengurangi peran dan fungsi Gajah Mada. Dia tak lagi mempercayai Gajah Mada dan tidak terlalu bergantung padanya. Sejak Perang Bubat itu, Hayam Wuruk lebih terlibat dalam pemerintahan dan berusaha mengambil keputusan sendiri.

Hayam Wuruk menyusun sistem pemerintahan baru yang membuat penguasa dapat aktif secara langsung, dan meminta pertimbangan dari keluarga dan pejabat senior, sebelum mengambil sebuah kebijakan. Ia juga mulai melainkan perjalanan ke berbagai daerah, untuk mengetahui kondisi masyarakatnya.

Rakyat pun menjadi terkesan dengan sistem pemerintahan Hayam Wuruk yang dianggap lebih terbuka. Walaupun saat itu selang beberapa waktu, Gajah Mada masih menjabat sebagai Mahapatih Amangkubhumi, namun kekuasaannya tidak sebesar dulu.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah Jalan Desa Mojokerto, Begini Wujudnya

57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Sengketa Tanah di Masa Majapahit, Ketika Pejabat Istana Kalah Gugatan Lawan Rakyat

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal