“Ada miss konsepsi dan miss komunikasi sehingga terjadi seperti ini. Saya tadi juga jaga di kelas. Saya memang meminta agar siswa mengambil kartu peserta di koordinator tabungan. Kalau ujian kan harus ada kartu ujian karena di lembar jawaban harus ada nomor ujian,” katanya.
Untuk menyikapi aksi demo para siswa, para guru dan kepala sekolah juga sudah menggelar rapat. “Ini tadi habis kami rapatkan di ruang guru kami sepakat. Kami semua tahu dan terbuka. Tabungan sudah dirapatkan dengan wali murid dan komite. Kami juga berikan edaran, semuanya sudah jelas,” katanya.
Umi Hasanah menambahkan, selama ini memang ada beberapa kendala terkait pembangunan sekolah. Akibatnya, ada proyek yang belum dilaksanakan. Namun, para guru tidak pernah meninggalkan tanggung jawabnya kepada para siswa.