Tak hanya itu, para siswa menilai sikap kepala sekolah selama ini tidak ramah kepada siswa dan guru. Akibatnya, banyak terjadi perpecahan di antara guru kelas.
“Jangan salahkan murid karena kepala sekolahnya aja tidak respect dan tidak peduli soal bangunan di belakang. Teman-teman juga kecewa kepala sekolah karena mengeluarkan siswa yang belum kartu ujian, dulu tidak pernah dikeluarkan. Kepala sekolah sekarang tidak mau tahu terhadap siswa, tidak pernah survei kondisi siswa. Kalau yang dulu suka nanya kepada siswa, udah belajar apa belum,” kata Rizky dan temannya.
Menyikapi aksi demo, sebagian guru dan anggota kepolisian mencoba menemui siswa. Namun, mereka tidak bisa meredam aksi siswa. Ratusan siswa tetap menuntut kepala sekolah mundur dari jabatannya. Meski guru dan kepala sekolah berkali-kali memberikan penjelasan, para siswa tetap tidak menggubris.
Karena tidak menemui titik temu, para siswa, melanjutkan aksi dengan berkonvoi di lingkungan sekolah. Mereka menggeber-geber sepeda motor sambil atraksi di halaman sekolah. Para siswa mengancam akan terus berdemonstrasi jika kepala sekolah tidak mundur dari jabatannya.
Sementara itu, Wakil Kepala Kurikulum Umi Hasanah menganggap demo siswa itu terjadi karena ada miss komunikasi antara guru dan para siswa. Selama ini, sekolah sudah transparan dalam pengelolaan anggaran sekolah. Mengenai tabungan siswa juga sudah dirapatkan dengan wali murid, komite dan sekolah.