Prabu Hayam Wuruk Bangun Kolam Citra Wulan, Penebus Kematian Putri Sunda 

Solichan Arif
Prabu Hayam Wuruk dan Dyah Pithaloka Citrarasmi (ilustrasi).

Saking sedihnya, Raja besar Majapahit itu lupa makan, lupa tidur, dan bahkan sampai jatuh sakit. Hayam Wuruk tidak bisa begitu saja melupakan Dyah Phitaloka Citrarasmi. Maka, setelah 12 tahun peristiwa Bubat, Kerajaan Majapahit menggelar upacara pendharmaan. 

Pendharmaan merupakan tradisi yang ditujukan kepada tokoh yang sudah mangkat setelah 12 tahun kematiannya. Selain upacara sraddha juga diikuti pendirian bangunan bersifat keagamaan.  Hayam Wuruk membangun sebuah kolam besar yang bernama Citra Wulan atau Trawulan. 

Citra dalam bahasa Jawa kuno berarti berwarna cemerlang atau perwujudan yang cemerlang. Sedangkan Wulan adalah Bulan. Citra Wulan dapat dimaknai perwujudan yang cemerlang dari bulan. Penamaan Citra Wulan yang memiliki kesamaan makna dengan Citrarasmi, bukan tanpa kesengajaan. 

"Hipotesis selanjutnya adalah bahwa kolam Trawulan atau Segaran sejatinya dibuat atas perintah Hayam Wuruk untuk mengenang putri idaman hatinya yang tidak pernah dipersuntingnya : Dyah Pithaloka Citrarasmi," tulis Agus Aris Munandar dalam Tak Ada Kanal di Majapahit.

Kolam Citra Wulan atau Trawulan kemudian lebih dikenal dengan nama kolam Segaran. Segaran merupakan nama pemberian penduduk era kekinian. Kolam yang berada di Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto itu memiliki ukuran 375 m x 175 m x 2,88 m. Tembok kolam memiliki ketebalan 1,60 m. 

Kolam kuno seluas 6,5 hektar tersebut ditemukan sejarawan asing H Maclaine Pont pada tahun 1926. Pada saat purnama sedang indah-indahnya. Di kolam Citra Wulan upasatha digelar. Di saat itu Raja Hayam Wuruk melakukan upacara pemujaan kepada arwah Citrarasmi yang telah bersatu dengan para dewa di pithaloka.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib

57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

57 tahun lalu

Tragedi Perang Bubat, Pernikahan Kerajaan Sunda-Majapahit Berubah Jadi Pertumpahan Darah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal