Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib
Advertisement . Scroll to see content

Prabu Hayam Wuruk Bangun Kolam Citra Wulan, Penebus Kematian Putri Sunda 

Minggu, 31 Oktober 2021 - 08:47:00 WIB
Prabu Hayam Wuruk Bangun Kolam Citra Wulan, Penebus Kematian Putri Sunda 
Prabu Hayam Wuruk dan Dyah Pithaloka Citrarasmi (ilustrasi).
Advertisement . Scroll to see content

Perang antara pasukan Majapahit dan pasukan Sunda di lapangan Bubat tidak terelakkan. Pasukan Majapahit berhasil menghabisi Raja dan permaisuri Sunda. Melihat sang junjungan tewas, para Menak Sunda melawan dan sempat membuat pasukan Majapahit kocar-kacir. 

Namun bagi Gajah Mada yang kenyang asam garam penaklukan, tidak butuh waktu lama membalik keadaan. Apalagi para Menak Sunda kalah jumlah pasukan. Lapangan Bubat yang tidak jauh dari kotaraja juga memudahkan Gajah Mada menambah pasukan. 

Dalam "Menuju Puncak Kemegahan, Sejarah Kerajaan Majapahit" Slamet Muljono menulis, dalam pertempuran yang tidak seimbang itu orang Sunda tidak tersisa. "Tiap orang Sunda yang tampil ke muka pedati Gajah Mada dibinasakan. Tak ada seorang pun yang tinggal hidup". 

Melihat kedua orang tuanya binasa, ditambah seluruh pengiringnya ikut terbunuh, Pithaloka Citrarasmi tidak mau berlama-lama hidup. Pithaloka yang sebenarnya juga mencintai Raja Hayam Wuruk memilih mengakhiri hidup. 

Sumber Pantun Sunda menyebut, putri Pithaloka Citrarasmi bunuh diri menyusul ayah ibunya. Mengetahui pernikahan agung yang batal digelar, Raja Hayam Wuruk berduka. Hayam Wuruk masih berusia 23 tahun. Peristiwa Bubat membuatnya terguncang. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut