Namun, harus diingat, satu kekalahan yang dialami Arema FC saat itu yakni saat menghadapi PSS Slemen. Mimpi buruk ini yang tentunya harus diubah oleh skuad arahan Eduardo Almeida itu.
Dari sisi permainan dan strategi tim, tak ada kendala yang dialami Eduardo dalam menerapkan taktik andalannya. Bahkan dari lima laga terakhir hanya kebobolan satu kali saat menang melawan Borneo FC 1-2.
Pertahanan kokoh menjadi andalan Eduardo Almeida, pressing tingkat tinggi menjadi kunci bagaimana Singo Edan mendulang poin penuh dari Persib Bandung dan Bhayangkara FC.
Duet bek Arema FC Sergio Silva dan Bagas Adi Nugroho kian padu, belum lagi Arema FC juga dapat tambahan pemain baru di bursa transfer paruh musim, pada diri Fabiano Darosa Beltrame. Belum lagi di lini tengah Arema FC mendapat tiga suntikan tenaga baru yakni Sandi Sute, Ryan Kurnia, dan pemain muda Genta Alparedo.
Tak hanya itu, kendati mengandalkan Carlos Fortes sebagai mesin gol. Pemain - pemain lain juga tampil apik, tercatat ada 9 pemain Arema FC yang sudah membukukan gol. Nama-nama seperti Muhammad Rafli, Dendi Santoso, Johan Alfarizi, Rizky Dwi Febrianto, hingga dua penyerang Timnas Indonesia, Kushedya Yudo dan Dedik Setiawan, menjadi pemain yang kerap mencetak gol di luar Fortes.