Perjalanan Gatot Iskandar, Remaja asal Kediri Jadi Kurir Kemerdekaan di Pulau Sumatra

Solichan Arif
Foto kenang-kenangan yang diambil di Langsa, Aceh tahun 1945. (Foto : Repro)

Roda-roda diperiksa. Sekrup-sekrup dikontrol. Gandengan antargerbong dan tungku pembakar tidak luput dari pemeriksaan. Bahkan masinis, kondektur dan stoker atau petugas yang bertanggung jawab atas tungku pembakaran, juga diganti. Sesuatu yang umum di jaman itu. Dalam setiap trayek jarak jauh, secara estafet petugas kereta api dilakukan penggantian. 

Seperti di Yogya dan di Purwokerto, Gatot dan Umar juga kembali menginap semalam. Keesokan harinya kereta kembali melanjutkan perjalanan. Belum lama berjalan, dari kejauhan terdengar rentetan tembakan. Para penumpang sontak panik. Gelisah. Bertanya-tanya. Mereka khawatir tembakan akan mendekat.

"Katanya sudah merdeka. Lha kok perang lagi".

Terbawa suasana, Gatot dan Umar juga turut gelisah. Untungnya, suara-suara tembakan itu tidak lama kemudian mereda dan hilang. Saat itu tidak banyak yang tahu, sejak 8 September 1945 melalui Jakarta, Semarang, dan Surabaya tentara sekutu yang dipelopori Inggris telah masuk Tanah Air. Kedatangan mereka untuk melucuti tentara Jepang dipimpin Letnan Jendral Sir Philip Christison. 

Belanda dengan pasukan NICA membonceng pascakekalahan Jepang. Belanda ingin memulihkan kembali kekuasaanya di Indonesia. Pertempuran pun meletus di mana-mana. Setelah sempat kembali menginap semalam di Cirebon, perjalanan Gatot dan Umar yang berlangsung empat hari, sampai juga di Jakarta. Keduanya turun di stasiun Jatinegara. 

Melalui petunjuk nomor kontak dari Tajib Ermadi, Gatot dan Umar naik trem dengan tujuan Pegangsaan Timur. Syarif dan Syafei, dua pemuda penjemputnya, menyarankan Gatot dan Umar mencopot lencana merah putih yang dikenakan. Bagi para pejuang republik, Jakarta dalam situasi berbahaya. Belanda ada di mana-mana, berpatroli sekaligus melakukan aksi polisional. 

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ditangkap, Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Sungai Jombang Ternyata Tetangga Korban

57 tahun lalu

Terungkap Identitas Pria Korban Pembunuhan Ditemukan di Sungai Jombang, Warga Kediri

57 tahun lalu

Atap Rumah di Kediri Roboh Diterjang Hujan Deras, Petugas Bantu Bersihkan Puing Bangunan

57 tahun lalu

Tragis! Kakek 70 Tahun di Jombang Luka-Luka Dibacok Anak Jalanan

57 tahun lalu

Viral Aksi Kejar-kejaran Pelaku Tabrak Lari di Tulungagung, Berakhir di Kediri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal