"Usiamu memang masih remaja, masanya enak bersekolah. Tapi Tanah Air memanggil. Kita semua harus rela berkorban demi kejayaan bangsa dan negara," kata Tajib Ermadi seperti tertulis dalam 'Kurir-Kurir Kemerdekaan, Kisah Nyata Para Pemuda Pembawa Berita Proklamasi 1945'.
Gatot tidak sendiri. Dari Kediri, dia ditemani Umar, pemuda lain sebayanya.
Saat dipamiti, kedua orang Gatot langsung memberi restu. Dengan buntalan kecil berisi pakaian ala kadar dan bekal yang terbatas, Gatot dan Umar berangkat. Sebelum menuju stasiun kereta api Kediri, keduanya sengaja mendatangi pimpinan Fond Kemerdekaan Indonesia. Di era revolusi fisik, di setiap wilayah karsidenan berdiri Fond Kemerdekaan Indonesia.
Termasuk juga di Karsidenan Kediri. Tugas Fond Kemerdekaan Indonesia menggalang dana sukarela untuk perjuangan. Namun bukan tambahan bekal yang didapat, Gatot dan Umar malah dititipi kotak bersegel Fond. Di sepanjang perjalanan, keduanya diminta sekalian menggalang dana.
"Wah, ciloko! Mau pergi tidak disangoni, tapi malah disuruh cari duit," ujar Gatot.