Teguh menjelaskan, dengan adanya perkiraan cuaca selama tiga hari ke depan ini masyarakat diharapkan lebih waspada terutama di beberapa wilayah yang kerap terjadi bencana alam.
"Terutama bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan juga angin kencang yang mungkin bisa terjadi menyusul adanya hujan deras disertai dengan angin kencang tersebut," katanya.
Di beberapa daerah di Jawa Timur saat ini masih terjadi bencana alam banjir, salah satunya seperti yang terjadi di Sidoarjo, yakni di Kecamatan Tanggulangin.
Di lokasi itu, sejumlah desa terendam banjir setinggi 40 centimeter, bahkan banjir juga melanda fasilitas umum di wilayah setempat, seperti sekolah.
Selain di Sidoarjo, banjir juga menggenangi sejumlah rumah di Kecamatan Sooko, Mojokerto dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter sampai dengan 50 centimeter. Warga di lokasi tersebut banyak yang mengungsi ke rumah saudara mereka yang tidak terkena banjir.
Sementara itu, Pemkot Surabaya mengeruk sedimentasi Kalimas mengantisipasi banjir susulan, Minggu (19/1/2020). Sejumlah sampah di aliran sungai juga diangkat untuk mengurangi sumbatan. Normalisasi sungai ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan saat hujan deras.
Sampai saat ini banjir masih sering terjadi saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Meski tak berlangsung lama, banjir tersebut kerap mengganggu aktivitas warga. Beberapa hari lalu misalnya, banjir di Jalan Mayjen Sungkono merendam ratusan kendaraan.