Perempuan-perempuan Jawa di Perang Diponegoro yang Bikin Belanda Ketakutan 

Solichan Arif
Nyai Ageng Serang (foto: wikipedia)

2.Raden Ayu Yudokusumo

Merupakan istri Bupati Yogya untuk wilayah Grobogan-Wirosari. Raden Ayu yang dikenal kompeni Belanda sebagai perempuan yang cerdas, memiliki sifat berani sekaligus keras kepala sejak lama.

Pada saat Inggris mencaplok (aneksasi) wilayah kekuasaan suaminya pada Juli 1812, Raden Ayu memperlihatkan sikap melawan. Dia baru bersedia meninggalkan tempat setelah Kraton Yogyakarta mengukuhkan pengambialihan wilayah tersebut.

“Dia seorang perempuan yang punya kecerdasan tinggi, kemampuan besar dan siasat jitu,” tulis sejarawan Peter Carey dalam  “Kuasa Ramalan, Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (1785-1855).

Dalam Perang Diponegoro, Raden Ayu menjadi salah satu panglima kavaleri senior Diponegoro di Mancanegara Timur. Dia bergabung dengan Raden Sosrodilogo di Jipang-Rajegwesi (sekarang Cepu-Bojonegoro) dalam perlawanan 28 November 1827- 9 Maret 1828.

Pada 17 September 1825, Raden Ayu Yudokusumo mengatur penyerangan masyarakat Tionghoa pro Belanda di wilayah Ngawi. Dalam perang yang berakhir dengan pembantaian itu, ia seketika mendapat sebutan sebagai pejuang yang garang.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penggerebekan Judi Tembak Ikan di Karo, 2 Perempuan Ditangkap

57 tahun lalu

Geger! Mayat Perempuan Muncul saat Pengerukan Sampah di Pintu Air Barata Surabaya

57 tahun lalu

3 Perempuan Ditangkap di Bangka Barat, 66 Paket Sabu Siap Edar Disita Polisi

57 tahun lalu

Tragis! Perempuan 24 Tahun Tewas Tertemper KA Purwojaya di Indramayu

57 tahun lalu

Perempuan di Sanggau Ditangkap Bawa Sabu 18,5 Kg, Mengaku Kurir Narkoba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal