Perempuan-perempuan Jawa di Perang Diponegoro yang Bikin Belanda Ketakutan 

Solichan Arif
Nyai Ageng Serang (foto: wikipedia)

1.Raden Ayu Serang

Dikenal juga dengan nama Nyai Ageng Serang (1769-1855). Dia merupakan ibunda Pangeran Serang II, yang sekaligus keturunan dari Sunan Kalijogo. Nyai Ageng Serang merupakan istri Pangeran Serang I, seorang pejabat Serang, sebuah daerah terpencil di kawasan pantai utara yang berdekatan dengan Demak.

Pada awal Perang Jawa pecah (1825), laporan militer Belanda menyebut Nyai Ageng Serang memimpin pasukan berkekuatan 500 orang di kawasan Serang-Demak.

Nyai Ageng yang biasa bersemedi di gua-gua sunyi pantai selatan, dikenal memiliki ilmu kanuragan tinggi. Nyai Ageng Serang menyerah pada 21 Juni 1827, namun kompeni Belanda masih terus mengawasinya.

Pascperang Diponegoro berakhir pada Maret 1830, Nyai Ageng diam-diam  masih berhubungan erat dengan orang-orang di Demak. Doa membagi-bagikan rajah atau jimat yang dikhawatirkan Belanda akan membangkitkan kenangan lama.

Kompeni Belanda merasa lega setelah Nyai Ageng meninggal dunia pada usia 90 tahun.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penggerebekan Judi Tembak Ikan di Karo, 2 Perempuan Ditangkap

57 tahun lalu

Geger! Mayat Perempuan Muncul saat Pengerukan Sampah di Pintu Air Barata Surabaya

57 tahun lalu

3 Perempuan Ditangkap di Bangka Barat, 66 Paket Sabu Siap Edar Disita Polisi

57 tahun lalu

Tragis! Perempuan 24 Tahun Tewas Tertemper KA Purwojaya di Indramayu

57 tahun lalu

Perempuan di Sanggau Ditangkap Bawa Sabu 18,5 Kg, Mengaku Kurir Narkoba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal