Perang Rusia-Ukraina Ibarat Pertikaian Anak-Anak Raja Airlangga di Nusantara, Ini 3 Kesamaannya  

Solichan Arif
Serangan Rusia ke Ukraina telah menewaskan 227 warga sipil hingga 1 Maret (Foto: Reuters)

Perang Rusia-Ukraina juga telah menewaskan 64 orang, 160.000 orang mengungsi, dan lebih dari 116.000 orang terpaksa melarikan diri ke negara-negara tetangga. Perang yang terjadi dipicu ego kehendak berkuasa dari pemimpin kedua negara.

Mereka telah melupakan moto atau slogan yang pernah dipegang teguh para diplomat Rusia-Ukraina. Bahwa: “Lebih Baik 10 tahun berunding dari pada 1 hari berperang”.

Begitu juga perang antara Kerajaan Jenggala dengan Kerajaan Panjalu atau Kediri. R Moh Ali SS dalam “Perjuangan Feodal Indonesia” menyebut, perang saudara antara Kerajaan Jenggala dengan Kerajaan Kediri sebetulnya bukan perang saudara, hanya perang raja dengan raja.

Namun para raja telah menyeret rakyat masing-masing untuk terlibat dan itu harus dibayar dengan pertumpahan darah. “Rakyat harus mengikuti segala kehendaknya (Raja), dengan taat dan patuh karena memang itulah kewajiban rakyat di dunia ini”.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perang Saudara Pecah di Kora Nduga, Korban Luka Dievakuasi ke RSUD Timika

57 tahun lalu

Panembahan Senopati Mangkat, Perang Saudara Pecah di Kerajaan Mataram Islam

57 tahun lalu

Mengenal Asal Usul Wangsa Isyana, Trah Penerus Raja Mataram di Jawa Timur

57 tahun lalu

Kisah Kerajaan Wengker di Ponorogo yang Jadi Musuh Airlangga 

57 tahun lalu

Cerita Mahasiswa Asal Ponorogo soal Konflik Sudan: Suasana Mencekam, Seluruh Akses Ditutup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal