Perang Rusia-Ukraina Ibarat Pertikaian Anak-Anak Raja Airlangga di Nusantara, Ini 3 Kesamaannya
Dosen Program Studi Sastra Rusia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Supian mengatakan, dari pengalamannya dia menemukan banyak warga negara Ukraina yang sehari-hari sekolah ataupun bekerja di Rusia.
Dua di antaranya berasal dari Provinsi Donestk dan Luhansk, wilayah di Ukraina yang akhirnya diakui kedaulatannya oleh Rusia. Setiap akhir pekan, mereka mudik ke Ukraina.
Pada saat Perang Dunia Kedua atau PD 2, bangsa Rusia dan Ukraina juga pernah saling bahu membahu melawan invasi Adolf Hitler dengan pasukan Nazi Jermannya. Rusia dan Ukraina berdiri masing-masing sebagai negara setelah Uni Soviet dinyatakan bubar.
Hal yang sama dialami Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu. Sebelum Raja Airlangga menitahkan Mpu Bharada untuk membelah wilayah, semuanya berada dalam satu kerajaan yang bernama Kahuripan atau Medang. Setelah terbelah menjadi dua kerajaan (Jenggala dan Panjalu atau Kediri), perang saudara pun berkecamuk.
3. Sama-sama Mengorbankan Warga Sipil
Perang antara Rusia Vs Ukraina telah menelan banyak korban, terutama warga sipil. Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR ) mencatat, sejak 26 Februari 2022, sebanyak 240 warga sipil telah menjadi korban perang Rusia –Ukraina.