Perang Rusia-Ukraina Ibarat Pertikaian Anak-Anak Raja Airlangga di Nusantara, Ini 3 Kesamaannya  

Solichan Arif
Serangan Rusia ke Ukraina telah menewaskan 227 warga sipil hingga 1 Maret (Foto: Reuters)

SURABAYA, iNews.id - Perang Rusia Vs Ukraina telah banyak memakan korban, khususnya dari kalangan warga sipil. Akibat invasi Rusia banyak bangunan permukiman warga serta fasilitas umum yang luluh lantak, terutama di Negara Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina seharusnya tidak terjadi mengingat kedua negara pernah menjadi satu dalam wadah Uni Soviet. Bahkan bangsa Rusia dan Ukraina sebenarnya masih satu rumpun. Sebab, ras mereka sama.

Apa yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina pernah terjadi di Nusantara di saat Raja Airlangga (1009-1042) meletakkan mahkota Kerajaan Kahuripan atau Medang.

Penolakan Sanggramawijaya Tunggadewi atau Dewi Kilisuci melanjutkan takhta memaksa Airlangga membelah Kerajaan Kahuripan menjadi dua, yakni Kerajaan Jenggala dan Panjalu atau Daha atau Kediri.

Namun apa yang terjadi? Pembagian kekuasaan (1042) justru menimbulkan perang saudara. Raja Jenggala dan Raja Panjalu yang sama-sama putra Airlangga saling bertempur demi berebut kuasa.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perang Saudara Pecah di Kora Nduga, Korban Luka Dievakuasi ke RSUD Timika

57 tahun lalu

Panembahan Senopati Mangkat, Perang Saudara Pecah di Kerajaan Mataram Islam

57 tahun lalu

Mengenal Asal Usul Wangsa Isyana, Trah Penerus Raja Mataram di Jawa Timur

57 tahun lalu

Kisah Kerajaan Wengker di Ponorogo yang Jadi Musuh Airlangga 

57 tahun lalu

Cerita Mahasiswa Asal Ponorogo soal Konflik Sudan: Suasana Mencekam, Seluruh Akses Ditutup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal