“Mereka menguasai kemampuan meretas secara autodidak dan orientasi pasti ekonomi. Kami masih mendalami dari pangkal sampai ujung sindikat ini, kemungkinan kerja sama dengan jaringan internasional masih ada,” katanya.
Lebih lanjut Gidion mengatakan Polda Jatim akan melakukan pembinaan kepada para peretas itu. Hal itu menurutnya perlu dilakukan karena rata-rata pelaku masih dalam usia muda dan produktif.
“Setelah penyidikan kami akan lakukan pembinaan, formatnya masih kami pikirkan. Kami rasa perlu karena usia para pelaku masih muda dan masa depan mereka panjang. Secara kemampuan informasi dan teknologi mereka memang mumpuni, tapi ketika sampai melakukan peretasan berarti sudah masuk ranah pidana,” jelas Gidion.
Sebelumnya Polda Jatim berhasil mengungkap sindikat itu setelah menerima laporan dari beberapa negara lain tentang warga negara mereka yang dibobol kartu kreditnya. Setelah diselidiki ternyata pembobol berasal dari Surabaya. Saat digeledah di sebuah ruko polisi berhasil menyita sejumlah alat bukti berupa 20 personal computer (pc), sejumlah buku rekening, ponsel, dan lain-lain.