"Biaya sampai berapa kami tidak tahu, Pak Ferry menyediakan kebutuhan material dan gaji tukang yang diberi tanggung jawab," ucapnya.
Menurutnya, realisasi rabat beton juga melibatkan jajaran pemerintah desa untuk menggerakkan warga bergotong-royong membantu selama proses pengerjaan. Setiap hari, setidaknya ada 20 sampai 25 warga Dusun Segelan Sidomulyo terlibat dalam pengecoran jalan. Pengerjaan jalan itu secara bergiliran dengan melibatkan warga di 7 RT.
"Kami ada 7 RT, setiap hari ada 20 sampai 25 warga yang ikut gotong royong. Ini bergiliran termasuk untuk mencukupi kebutuhan konsumsi," ucapnya.
Kontur yang labil saat musim penghujan, kata dia sehingga pengecoran jalan dilaksanakan hanya saat musim kemarau saja. Rencananya, proses pengecoran akan terus dilakukan untuk memperbaiki seluruh jalan dusun.
"Total jalan dusun kami 4 kilometer. Yang belum dicor masih sekitar 2,5 kilometer. Rencananya nanti akan dilanjutkan per paket seperti sebelumnya," katanya.