Humas RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, Thomas Djaja membenarkan perubahan pemulasaraan jenazah Covid-19 tersebut. Dia mengaku, penggunaan kantong mayat untuk jenazah Covid-19 sudah berlangsung sepekan.
"Saya kurang tahu alasannya kenapa. Sebab, semua itu dari manajemen. Nanti saya akan konfirmasi lagi," katanya.
Terkait adanya penolakan warga terhadap jenazah Covid-19 tanpa peti, Thomas juga tidak bisa memberikan jawaban. Dia mengaku akan menyampaikan semua problem itu kepada manajemen rumah sakit. "Saya akan sampai ini kepada manajemen," ujarnya.