Patroli PPKM Darurat di Bulak Banteng Surabaya Rusuh, Polisi Buru Provokator

Lukman Hakim
Aan Haryono
Kerusuhan terjadi saat patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bulak Banteng, Surabaya, diwarnai kerusuhan, Sabtu (10/7/2021) malam. (Foto: Istimewa)

"Hari ini kami juga memberikan bantuan sembako di daerah Bulak Banteng," kata Gatot. 

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengajak masyarakat untuk taat dan patuh dengan kebijakan PPKM Darurat. Pemerintah tidak melarang berdagang, namun selama kebijakan belum dicabut, dia meminta supaya mengikuti aturan mainnya. 

"Yang jualan boleh tapi dibungkus jangan makan di tempat. Ingat banyak pasien yang perlu disembuhkan. Kita bantu para dokter dan tenaga medis," kata Nico. 

Diketahui, sebelumnya penutupan jalan terkait PPKM Darurat mendapatkan perlawanan warga di kawasan Bulak Banteng, Surabaya dan videonya beredar luas. Dalam video berdurasi satu menit itu, mobil Satgas Gabungan dari kepolisian dikejar warga dan disuruh untuk meninggalkan Bulak Banteng. Para warga keluar rumah, termasuk pemilik toko maupun warung yang melontarkan kata-kata kasar pada petugas.

“Cepat pergi dari sini, ayo semuanya keluar rumah,” kata salah satu warga yang terdengar lantang.

Kericuhan itu terjadi Sabtu (10/7/2021) malam, ketika Satgas Gabungan melakukan patroli dan penertiban warga yang melanggar aturan PPKM Darurat. Warga pun melempar batu ke arah mobil patroli milik Kepolisian. Sambil terus bergerak, para warga melakukan mobilisasi warga lainnya untuk ikut mengusir satgas. 

Dari video itu juga terlihat beberapa warga ada yang tidak memakai masker. Mereka juga bergerombol untuk mendesak ke arah mobil serta mendorong mereka untuk keluar dari kawasan itu.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal