“Akibat banjir di Pasuruan tersebut, perjalanan KA jarak menengah dan jarak jauh di Daop 9 Jember mengalami gangguan pada Senin (29/4),” ujarnya.
Luqman menjelaskan, PT KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan dan kenyamanan pengguna kereta api akibat banjir tersebut.
“Selama musim penghujan, semua jajaran Daop 9 siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu perjalanan kereta api,” katanya.
Dia menjelaskan, kondisi jalur kereta api di Daop 9 Jember melewati daerah-daerah yang memiliki curah hujan ekstrem, sehingga berpotensi pada gangguan perjalanan kereta, seperti banjir, longsor, atau amblas. PT KAI Daop 9 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi utk antisipasi terhadap gangguan perjalanan KA.
Sebelumnya beberapa rangkaian kereta api di wilayah Daop 9 Jember terganggu akibat banjir di Pasuruan. Puluhan penumpang kereta api telantar di Stasiun Jember, Senin pagi (29/4/2019). Mereka belum bisa melakukan perjalanan lantaran kereta tertahan di Pasuruan.
Beberapa di antara penumpang sabar menunggu. Namun, tak sedikit pula yang terpaksa mengembalikan tiket. Penumpang yang telanjur membeli tiket terpaksa mengurungkan niatnya untuk berangkat ke kota tujuan dan memilih mengembalitan tiket. Banyaknya calon penumpang yang mengembalikan tiket menyebabkan antrean panjang.