Panik, Peternak di Mojokerto Nekat Jual Sapi yang Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Sholahudin
Tangkapan layar saat warga Mojoketo menjual sapi yang lumpuh akibat penyakit mulu dan kuku. (Foto: iNews.id/Sholahudin).

Sundari mengatakan, hingga saat ini beberapa sapinya juga masih belum sehat. Padahal sudah diobati. Karena itu dia berencana menjualnya. "Sapinya masih sakit, mulutnya berbusa dan kakinya bengkak. Sampai sekarang belum mau makan," katanya. 

Hal sama juga dilakukan peternak lainnya, Heri. Bahkan, dia menjualnya dengan harga Rp16 juta dari harga normal di atas Rp20 juta. "Sudah banyak yang jual. Sudah gak keitung. Semua takut mati, sehingga dijual. Harganya juga merosot, menjadi 16 juta per ekor. Padahal biasanya di atas Rp20 juta," katanya. 

Sejak penyakit mulut dan kuku merebak di Kabupaten Mojokerto, Dinas Peternakan setempat melarang sapi sakit untuk dijual. Namun larangan ini nampaknya tak digubris oleh para peternak. 

Diketahui, wabah penyakit mulut dan kuku pada sapi di Kabupaten Mojokerto semakin banyak. Dari 600 sapi, kini meningkat menjadi 970 sapi. 

Tak hanya itu wilayah yang terjangkit juga meluas, dari awalnya sembilan kecamatan, kini menjadi 18 kecamatan. Hal inilah yang membuat peternak resah dan nekat menjual sapi yang terjangkit mulut dan kuku. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Desa Cikaso Kuningan Catat Rekor Kurban 28 Sapi, Daging Berlimpah Dibagikan ke Warga

57 tahun lalu

Karantina Sulut Gagalkan Penyelundupan 800 Kg Daging Celeng di Pelabuhan Bitung

57 tahun lalu

Residivis Pencurian Sapi di Lumajang Ditembak Polisi , 4 Pelaku Lainnya Diburu

57 tahun lalu

PWNU Kaltim Terima Sapi Kurban Berbobot 650 Kg dari Kadin Indonesia

57 tahun lalu

Program 1 Juta Kantong Kebahagiaan, Partai Perindo Lombok Utara Serahkan 7 Sapi Kurban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal