Panik, Peternak di Mojokerto Nekat Jual Sapi yang Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Sholahudin
Tangkapan layar saat warga Mojoketo menjual sapi yang lumpuh akibat penyakit mulu dan kuku. (Foto: iNews.id/Sholahudin).

MOJOKERTO, iNews.id - Sejumlah peternak di Mojokerto nekat menjual sapi meski terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Tindakan ini dilakukan karena mereka takut sapinya mati dan merugi. 

Berdasarkan video amatir yang beredar, beberapa orang terlihat menarik sapi ke atas truk. Padahal kondisi sapi sudah lemas dan tidak bisa berdiri. 

Informasi yang dihimpun, kondisi ini terjadi hampir setiap hari di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sejak beberapa pekan terakhir, sapi-sapi di sana banyak yang sakit dan mati. Karena tidak mau merugi, mereka pun menjual sapi-sapi itu dengan harga yang murah, karena kondisinya sakit. 

Salah seorang peternak sapi Sundari (42) mengatakan, beberapa sakinya mendadak tidak mau makan dan sakit. Karena itu dia terpaksa menjualnya, meski dengan harga murah. 

"Harusnya di atas Rp25 juta. Tapi karena sakit, ya dijual murah. Kemaren laku Rp20 juta," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Desa Cikaso Kuningan Catat Rekor Kurban 28 Sapi, Daging Berlimpah Dibagikan ke Warga

57 tahun lalu

Karantina Sulut Gagalkan Penyelundupan 800 Kg Daging Celeng di Pelabuhan Bitung

57 tahun lalu

Residivis Pencurian Sapi di Lumajang Ditembak Polisi , 4 Pelaku Lainnya Diburu

57 tahun lalu

PWNU Kaltim Terima Sapi Kurban Berbobot 650 Kg dari Kadin Indonesia

57 tahun lalu

Program 1 Juta Kantong Kebahagiaan, Partai Perindo Lombok Utara Serahkan 7 Sapi Kurban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal