Orang Tua Korban Tragedi Kanjuruhan Batalkan Autopsi, Ada Apa?

Avirista Midaada
Devi Athok (kaos kuning), ayah korban tragedi Kanjuruhan yang berniat mengajukan autopsi. (Foto: Avirista Midaada)

Devi mengaku meski tak ada kata-kata ancaman, tapi tindakan aparat kepolisian yang datang ke rumahnya seperti menjadi ancaman psikis bagi keluarganya. Apalagi dirinya baru ditinggal dua anak perempuannya dalam tragedi Kanjuruhan.

Bahkan saat Dei pergi ke Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (8/10/2022), Devi mengaku juga diintai oleh beberapa orang yang berpakaian preman, tetapi ia tak bisa memastikan apakah itu polisi atau tidak. Tetapi yang jelas ketika dirinya masuk pintu Stadion Kanjuruhan bersama sang kakak, Devi melihat beberapa orang mengambil foto ke arahnya dengan handphone secara sembunyi-sembunyi.

"Ngerasa ada yang diawasi ke Kanjuruhan, itu dikawal kakak. Gerak-gerik saya diawasi. Di pintu Kanjuruhan ada yang memoto, merekam waktu saya di Kanjuruhan. Saat itu ada didatangi Polsek, tanggal 8 ke Kanjuruhan, diawasi saja. Tapi nggak ada perkataan, cuma takut, sudah dipantau, kalau Intel kita nggak tahu," katanya,

Ia pun kerap diingatkan oleh teman-temannya dan para tetangga, sebab dari aparat keamanan yang mendatangi juga membawa senjata api. Baginya hal itu cukup membuat tekanan psikis kepadanya.

Terlebih satu perkataan yang diingat Devi dari salah satu aparat yang sempat mendatangi rumahnya bahwa dirinya mengajukan tuntutan autopsi tanpa sepengetahuan pihak keluarga mantan istrinya, yang juga menjadi korban meninggal dunia dari tragedi Kanjuruhan Malang ini. 

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tangani Kasus Ferdy Sambo hingga Kanjuruhan, Mahfud MD Bisa Jadi Calon Alternatif di Pilpres 2024

57 tahun lalu

LBH Pos Malang: Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Harus Transparan

57 tahun lalu

Kemenko Polhukam Minta Polisi Ekshumasi Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Sesuai Rekomendasi TGIPF

57 tahun lalu

Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, Polisi Peragakan Menembak Gas Air Mata

57 tahun lalu

Korban Ke-133 Tragedi Kanjuruhan Meninggal setelah 17 Hari Dirawat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal