SURABAYA, iNews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) menyerukan agar ucapan salam disampaikan sesuai dengan agama masing-masing, tidak dicampur sebagaimana dilakukan selama ini. Seruan ini disampaikan MUI Jatim kepada para pemangku kebijakan dan terutama umat Islam.
Seruan MUI Jatim ini tertuang dalam delapan poin tausiah yang disampaikan secara luas kepada publik. Salam pembuka seperti itu dinilai justru perusak kepada ajaran agama tertentu.
“Dewan pimpinan MUI Jatim menyerukan kepada umat Islam khususnya, dan pemangku kebijakan agar dalam persoalan salam pembuka, dilakukan sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Untuk umat Islam, cukup mengucapkan assalamualaikum wr.wb. Dengan demikian, bagi umat Islam akan terhindar dari perbuatan subhat, yang dapat merusak kemurnian dari agama yang dianutnya,” demikian penggalan seruan MUI Jatim.
Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Buchori mengatakan, seruan tersebut bukan fatwa, tetapi hanya tausiah biasa. “Yang perlu dipahami itu adalah tausiah, bukan fatwa,” kata kiai sepuh Jatim Abdussomad, Senin (11/11/2019).
Abdussomad menjelaskan, seruan tersebut disampaikan berdasarkan hasil rekomendasi rapat kerja nasional (Rakernas) MUI pada tanggal 11-13 Oktober di Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.