Mesin PCR Rp2,7 Miliar Bermasalah, DPRD Akan Panggil Dinkes Blitar

Solichan Arif
Ilustrasi mesin PCR (istimewa).

Rachmat Santoso berniat membawa persoalan yang terjadi ke Kejaksaan Agung. "Biar Kejaksaan Agung memeriksa dan mengusutnya," katanya. 

Diketahui, polemik mesin PCR ini muncul setelah Wabup Blitar Rachmat Santoso ditegur Menkes Budi Gunadi Sadikin soal pengadaan mesin PCR merek R di RSUD Srengat. Selain harganya terlalu mahal, mesin PCR juga tidak suport dengan reagen yang berasal dari bantuan pemerintah. 

Karenanya pemerintah tidak merekomendasikan. Untuk bisa mengoperasikan diperlukan pengadaan reagen sendiri. Semenyaa harganya juga lebih mahal. Kecurigaan pun melebar. Apalagi Menkes juga sempat bertanya, ada perjanjian apa antara Direkrut RSUD Srengat dengan pihak rekanan. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Semua RS Terdampak Bencana Sumatera Kembali Beroperasi, Lanjut Pemulihan Puskesmas

57 tahun lalu

Bupati Sumedang Bangga Aplikasi Penanganan Stunting Digunakan di 50 Daerah se-Indonesia

57 tahun lalu

Keren, Aplikasi Penanganan Stunting Sumedang Digunakan di 50 Daerah se-Indonesia

57 tahun lalu

Sebut Poligami Bukan Solusi HIV-AIDS, Wamenkes: Banyak Cara yang Lebih Rasional

57 tahun lalu

Pandemi Belum Usai, Menkes Budi Sebut Omicron BA.4 dan BA.5 Sudah Masuk Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal