Menurutnya, Mahfud sebagai santri yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo yang nasionalis, diharapkan keduanya menjaga keseimbangan antara nasionalisme dan keislaman.
"Saya pesan, karena Pak Ganjar itu nasionalis, Pak Mahfud santri, nanti harus seimbang menjaga NKRI," ucapnya.
Sementara itu, Mahfud menceritakan masa kecilnya di hadapan ribuan santri, alumni dan para kiai Ponpes Miftahul Ulum.
"Saya masuk pesantren, masih kecil sekali. Saya mondok di bilik anyaman bambu. Kamarnya kecil, 3 kali 4 meter, isinya 20 orang. Tahun 68 belum ada listrik. Sekarang pesantren sudah sangat maju," ujar Mahfud.
Mahfud meminta para santri menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Sebab berkat Indonesia merdeka, tawaran cita-cita semakin banyak.