Sebelumnya, bantuan demi bantuan terus mengalir kepada Pemprov Jatim. Di antaranya pengusaha, kelompok umat beragama, tokoh masyarakat, dan juga lintas elemen. Bahkan, ada juga hotel yang menyiapkan tempatnya untuk jadi rumah singgah dengan harga yang sangat terjangkau.
"Kepada Kanwil Kemenag Jatim, kami tentu berharap doanya lebih istiqomah lagi dan jika seluruh umat beragama juga berdoa, kita ketuk pintu langit agar badai Covid-19 ini cepat berlalu,” ujarnya.
Gubernur wanita pertama di Jatim ini menambakan, bantuan tersebut turut mendukung upaya pemerintah untuk menangani penyebaran Covid-19. Salah satunya, bisa digunakan untuk melengkapi paket sembako yang rencananya akan dibagikan ke masyarakat kurang mampu, dimana di dalam paket sembako itu akan dimasukkan dompet yang berisi vitamin C, hand sanitizer, dan masker yang bisa dicuci.
“Terkait bantuan sembako, saat ini sedang disusun detail plan-nya, sebab ada yang dapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dimana kemarin Jatim mendapat tambahan satu juta lebih BPNT dari Pemerintah Pusat, dan yang non data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) akan di sinkronkan agar sasarannya makin meluas,” katanya.
Pemberian bantuan sembako tersebut agar pembagian tugasnya jelas. Maka konsolidasi data mulai pemerintah pusat, pemprov, maupun kabupaten/kota harus solid.