Lem yang Dihirup 5 Remaja Surabaya Mengandung LSD, Ini Efeknya

Ihya Ulumuddin
Antara
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menasihati lima anak yang terjaring Satpol PP, Senin (16/11/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Lem yang dihirup lima remaja Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mengandung zat adiktif berupa Lysergic Acid Diethylamide (LSD). Zat ini dapat menimbulkan halusinasi bagi yang menghirupnya.

Kandungan LSD atau Asam Lisergat Dietilamida yang ada dalam lem masuk melalui hidung akan mengubah pikiran, suasana hati, perasaan dan perilaku seseorang. “Sesaat setelah menghirup lem penggunanya akan merasa fly,” kata salah satu tim petugas kesehatan dokter Tanti Melani di Surabaya, Selasa (20/11/2018).

LSD merupakan jenis bahan kimia baru yang bersifat halusinogen. Bahan kimia atau obat ini berbentuk seperti kertas dan biasanya lekat dengan istilah psikadelik. Jika penggunaan zat adiktif tersebut terus dilakukan, lanjut dia, maka dalam jangka panjang, efeknya bisa menyebabkan gangguan dalam tubuh seperti depresi pernafasan, otak dan paru. “Nanti efeknya itu juga bisa addict (kecanduan),” katanya.

Petugas Satpol PP Pemkot Surabaya sebelumnya mengamankan lima pelajar yang bolos sekolah di Jalan Banyu Urip Kidul, Senin (19/11/2018). Kelima anak di bawah umur ini juga kedapatan mabuk dengan cara menghirup aroma lem atau ngelem.

Petugas juga menemukan satu kaleng lem yang isinya telah dituang ke beberapa kantung plastik kecil. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kelima pelajar itu diamankan di kantor Satpol PP Surabaya. Mereka berusia sekitar 15 tahun dan masih tercatat sebagai pelajar kelas 3 SMP. Kelimanya, yakni RH, YH, FK, JR, AF.

Tindakan lima pelajar yang bolos sekolah dan mabuk lem memantik amarah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Orang nomor satu di Surabaya ini pun mendatangi kelima anak tersebut dan meluapkan kekecewaanya atas aktivitas menyimpang tersebut. Risma juga meminta mereka untuk memohon maaf kepada orang tua maupun keluarga.

Selain keluarga, Pemkot Surabaya juga mendatangkan guru kelima pelajar tersebut. Selain untuk mengetahui riwayat permasalahan kelima pelajar tersebut, mereka juga didatangkan untuk membuat anak-anak jera. “Kalau kalian ketangkap lagi, nanti akan ibu masukkan ke Liponsos (Keputih) biar merawat orang gila,” ujar Risma.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal