Berdasarkan kesaksian sejumlah warga, ledakan terjadi saat ketiga korban sedang meracik petasan untuk kebutuhan acara pernikahan. Namun diduga ada human error sehingga menyebabkan ledakan keras.
Kapolres pun menyayangkan sebagian masyarakat masih enggan meninggalkan tradisi membunyikan petasan yang bisa membahayakan banyak orang.
"Ini sudah berulang kali terjadi, ini tradisi yang salah dan bisa membahayakan," katanya.
Saat ini kasus ledakan petasan ini sudah dalam penanganan Polres Bangkalan. Polisi akan melakukan olah TKP dengan mendatangkan tim Gegana Brimob Polda Jatim.