Daniel Dhakidae dalam "Menerjang Badai Kekuasaan" mengatakan: Mencari tahu kapan Kusni Kasdut dilahirkan sama dengan mencari jarum dalam jerami. Hampir tidak ada catatan yang bisa dipercaya untuk menentukan tanggal lahirnya.
"Namun untuk keperluan resmi tanggal lahir yang dicatatnya sendiri adalah 29 Desember 1929," ujar Daniel Dhakidae. Kastun atau akrab dipanggil Mbok Cilik merupakan nama ibu Kusni Kasdut. Seorang penjual pecel di Gang Jangkrik, Wetan Pasar, Malang.
Cerita tentang asal usul Kusni Kasdut dari Blitar, datang dari Kastun. Kisah itu diungkap saat Kusni hendak pamit berjuang mengusir penjajah Inggris dan Belanda di Surabaya. Bukannya percaya, Kusni Kasdut malah marah, termasuk bapaknya yang dikatakan seorang Lurah Jatituri yang mati karena disiksa Jepang, Kusni juga tak percaya.
Beragam pertanyaan berpusing di kepalanya : Kenapa selama ini dirahasiakan? Ada apa? Kenapa tidak tinggal saja di Blitar? Kenapa hidup dengan menyewa rumah di Malang?. Kusni Kasdut sempat mendatangi Desa Jatituri, Blitar dan menemui kepala desa di sana.
Namun dia mendapati jawaban yang mengecewakan. Nama-nama yang disebut ibunya, tidak pernah ada. Kecurigaanya terlahir sebagai anak haram, makin berlipat. Kecewanya ditumpahkan dengan ancaman tidak sudi pulang sebelum ibunya bercerita yang sebenarnya.