Kurmo Jowo, Jajanan Ramadan dan Idul Fitri Khas Bojonegoro 

Avirista Midaada
Kurmo Jowo, jajanan khas Bojonegoro. (Foto: MPI/Avirista Midaada).

"Waktu itu ada yang bawa, ada yang minta jadi bisa terjual, ditawarkan ke pembeli di Belanda, Alhamdulillah laku. Terus ada orang minta dikirim ke Singapura, Amerika Serikat, dan Hongkong, itu sesuai permintaan mereka. Jadi sudah ada yang mesan," katanya.

Sempat terburuk selama dua tahun lebih di 2019 hingga 2021 akibat pandemi Covid-19, kini penjualannya mulai menunjukkan tren kenaikan kembali. Harga yang bersahabat sebesar Rp 12.000 sampai Rp 16.000 per kemasan dengan ukuran 1 ons untuk pengemasan biasa dengan standar pouch dan pengemasan premium, menjadikan diminati masyarakat.

Bahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2022 ini pesanannya naik hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasanya di luar Ramadan dalam kondisi pandemi Covid-19. "Alhamdulillah naik 10 kali lipat di bulan Ramadan ini. Sekarang membuat 15 kilogram seharinya, total terjual 15 - 16 kilogram kalau ditotal dari beberapa toko dan pesanan yang masuk. Jadi 15 - 16 kilogram itu yang jadi uang, kalau tomatnya bisa habis 70 kilogram," katanya.

Kini kendati ia hanya memasarkan produknya dari mulut ke mulut secara offline, produknya sudah cukup diminati berbagai kalangan. Masyarakat yang mudik ke Bojonegoro bisa membeli buah tangan unik Kurmo Jowo ini di dua supermarket terkemuka, sebuah toko camilan di Jalan Diponegoro, atau bisa memesan melalui Instagram @Kurmojwo_tomat.

"Ikut Shoppe tidak laku, cuma offline saja penjualannya, dan melewati Facebook atau pesan lewat WhatsApp. Yang terbanyak beli dari supermarket Bravo dan KDS, dan toko-toko yang tak titipi di situ," tuturnya.

Saat ini di tengah melonjaknya pesanan, ia masih menanganinya sendiri, dengan sesekali dibantu sang anak. Ia berharap produknya bisa kian laris setelah lebaran dan menjadi salah satu produk unggulan daerah Kabupaten Bojonegoro.

"Pemerintah itu kalau bikin parsel - parsel seharusnya produk kita produk dalam negeri. Kan ada datanya di dinas, nggak usah gaya-gayaan pakai roti kaleng, biar meningkatkan pemasukan dan memberdayakan UMKM juga," katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

ASN di Asahan Berlarian Masuk Kantor Bupati, Panik Terlambat Apel Perdana usai Lebaran

57 tahun lalu

Kisah Haru Perjuangan Satgas Damai Cartenz di Kiwirok, Tak Mudik Lebaran Demi Jaga NKRI

57 tahun lalu

Penumpang Kereta Api Membeludak di Semarang saat Lebaran, Tembus 125.265 Orang

57 tahun lalu

Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah

57 tahun lalu

Kondisi 3 Anak Korban Ledakan Petasan di Jombang, Salah Satu Diamputasi Jari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal