Saat itulah, tiba-tiba terdengar suara gemeretak dari atas atap, disusul genting-genting berjatuhan. Beberapa siswa histeris dan berlari. Namun, tak sedikit pula yang terjebak dan tertimpa reruntuhan. “Kejadiannya pagi. Sekitar pukul 08.15 WIB. Saat jam pertama belajar,” katanya.
Agus belum memastikan penyebab runtuhnya atap bangunan tersebut. Namun, kuat dugaan akibat konstruksi yang rapuh. Sebab, saat kejadian tidak ada hujan atau angin kencang.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Polda Jatim akan menyelidiki kejadian tersebut. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) telah diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek kondisi struktur bangunan sekolah tersebut.
Seluruh bangunan akan diidentifikasi, terutama konstruksi atap yang ambruk. Apalagi diketahui bangunan sekolah ini selesai dikerjakan 2017 atau baru dua tahun silam.
“Jadi tadi pukul 11.00 WIB, tim labfor sudah berangkat ke TKP. Tim akan melakukan scientific identification. Tidak menutup kemungkinan ada unsur kelalaian. Arahnya pasti ke sana,” kata Barung.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan memanggil beberapa penanggung jawab. Di antaranya kontraktor yang mengerjakan pembangunan sekolah, Dinas Pendidikan Pasuruab dan pihak SDN Gentong.